Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe melalui Bidang Perpustakaan melaksanakan kegiatan diskusi yang dikoordinasikan oleh Kepala Bidang Perpustakaan terkait penyusunan konsep mural yang akan menghiasi dinding halaman Museum Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang edukatif, menarik, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak. Diskusi dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2026 dengan melibatkan berbagai pihak yang berkontribusi dalam penyusunan desain mural.
Pada kegiatan tersebut, tim melakukan pembahasan secara mendalam mengenai konsep visual, tema, serta pesan yang akan dituangkan ke dalam mural. Berbagai rancangan desain dipresentasikan dan dikaji bersama untuk memastikan bahwa setiap unsur yang ditampilkan mampu mencerminkan nilai-nilai literasi, pendidikan, budaya lokal, serta semangat mewujudkan lingkungan yang ramah anak. Proses ini dilakukan secara kolaboratif agar menghasilkan desain yang komunikatif dan memiliki nilai edukasi.
Selain pembahasan di ruang kerja, tim juga melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang telah ditentukan sebagai media pelukisan mural. Peninjauan ini bertujuan untuk menyesuaikan ukuran desain, komposisi gambar, pemilihan warna, serta penempatan elemen visual agar selaras dengan kondisi dinding dan lingkungan sekitar Museum Kota Lhokseumawe. Dengan demikian, mural yang dihasilkan nantinya tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mampu memperkuat identitas kawasan.
Konsep mural yang disusun mengangkat tema Kota Layak Anak (KLA) dengan menampilkan ilustrasi yang menggambarkan budaya membaca, dunia anak, perpustakaan, serta lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk dukungan DISPUSIP terhadap program Kota Layak Anak sekaligus mengajak masyarakat untuk meningkatkan budaya literasi sejak usia dini melalui media visual yang kreatif dan inspiratif.
Melalui forum diskusi ini, berbagai masukan, ide, dan saran dari peserta menjadi bahan penyempurnaan desain sebelum proses pelaksanaan mural dimulai. Sinergi antarpegawai dalam menyampaikan gagasan menunjukkan komitmen bersama untuk menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu memberikan pesan positif kepada masyarakat mengenai pentingnya membaca, belajar, dan menjaga lingkungan yang ramah bagi tumbuh kembang anak.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe berharap mural yang akan diwujudkan di halaman Museum Kota Lhokseumawe dapat menjadi salah satu ikon edukasi yang memperkuat citra Kota Lhokseumawe sebagai kota yang peduli terhadap literasi dan pemenuhan hak anak. Melalui kolaborasi, kreativitas, dan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dalam mendukung terwujudnya Kota Layak Anak serta meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan dan fasilitas publik sebagai ruang belajar yang menyenangkan.
