Pembukaan Festival Literasi Kota Lhokseumawe Tahun 2026

Lhokseumawe - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhoksemawe menyelengarakan Pembukaan Festival Literasi Lhokseumawe Tahun 2026. Acara ini resmi dibuka oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., di halaman gedung pelayanan perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe, Selasa (02/11/2026). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 2 November hingga 5 Oktober 2026. Turut hadir Bunda Literasi Ny. Yulinda Sayuti, Sekda Kota Lhokseumawe A . Haris, S.Sos., M.Si dan unsur Forkompida Kota Lhokseumawe serta tamu undangan lainnya.

Dalam acara ini, walikota mengatakan dalam sambutannya bahwa " Festival Literasi menjadi momentum penting untuk membangkitkan minat baca dan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, khususnya di Kota Lhokseumawe. Perkembangan zaman turut mendorong perubahan jenis dan pola literasi. Selain kemampuan membaca dan menulis, saat ini masyarakat juga dituntut menguasai literasi digital agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Pentingnya literasi telah ditegaskan dalam ajaran Islam melalui wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni perintah membaca dalam Surah Al-Alaq ayat pertama, Iqra' bismi rabbikalladzi khalaq.Walikota Lhokseumawe menjelaskan pentingya Literasi dalam membangun masa depan yang lebih baik

Walikota mengatakan, kemampuan literasi merupakan fondasi mendasar dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kemajuan suatu negara. Sebab, membaca merupakan jendela ilmu pengetahuan, sementara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu faktor penting kemajuan bangsa. Beliau mengaku prihatin, karena berdasarkan hasil peninjauan langsung ke sejumlah sekolah di Kota Lhokseumawe, masih ditemukan peserta didik sekolah dasar, mulai kelas dua, tiga, empat hingga kelas lima, yang belum mampu membaca dengan baik.

Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Ia meminta Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan para guru memberikan pendampingan khusus kepada anak-anak yang belum memiliki kemampuan membaca. Beliau juga mengingatkan bahwa, keberhasilan seorang guru tidak hanya diukur dari kehadiran dan rutinitas mengajar, tetapi dari hasil nyata berupa peningkatan kemampuan dan pengetahuan peserta didik" tegas beliau.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dorongan kuat bagi generasi muda untuk meningkatkan semangat literasi dalam menghadapi era digitalisasi saat ini.

Kemampuan literasi dapat meningkatkan kehidupan dengan cara memperluas kemampuan. Hal ini dapat bermanfaat untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan partisipasi dalam pasar tenaga kerja dan berdampak positif pada kesehatan dan pembangunan berkelanjutan.